Yayasan Pendidikan & Sosial Al-Luthfah
Search for:
  1. Latar Belakang

Dalam upaya menciptakan kemandirian, kegiatan pesantren saat ini tidak hanya harus berfokus pada pendidikan islami yang mempelajari kitab-kitab saja, akan tetapi harus dikembangkan dengan menciptakan unit kegiatan/usaha yang dapat menunjang operasional pesantren. 

Pondok Pesantren Al-Luthfah merupakan lembaga pesantren yang berada di Kp. Sindangsari RT. 03 RW. 03 Desa Karanganyar Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat dan berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Al-Luthfah. Dalam kegiatannya, Pondok Pesantren Al-Luthfah selain menjalankan kurikulum pendidikan pesantren sebagaimana pada umumnya, juga telah memiliki unit usaha usaha/bisnis.

Rencana unit bisnis yang dirintis di Pondok Pesantren Al-Luthfah yaitu usaha konfeksi (menjahit) pakaian. Unit bisnis ini dipilih karena memiliki prospek yang sangat baik. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Peluang usaha konveksi sangat terbuka lebar, sebab permintaan pasar semakin tinggi. Banyak komunitas atau instansi yang membutuhkan pakaian dinas atau seragam khusus untuk para anggotanya. Tak hanya itu, usaha konfeksi juga dibutuhkan dari waktu ke waktu, mengingat pakaian sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Apalagi dunia fashion selalu mengalami perkembangan tren dan fungsi. Sehingga dapat dikatakan bahwa peluang usaha konveksi menjanjikan dan tidak ada matinya. Tak heran, bila bisnis konfeksi merupakan salah satu usaha dengan potensi profit tinggi.

Selain untuk memperoleh pendapatan bagi pesantren, unit bisnis ini juga diharapkan menjadi salah satu media belajar bagi santri/santriwati di pesantren Al-Luthfah. Hal tersebut menjadi bagian pengembangan life skill yang penting dimiliki sebagai bekal dikemudian hari. Apabila tidak lagi mondok di pesantren, mereka memiliki bekal kemampuan yang dapat digunakan untuk memperoleh penghasilan yang dibutuhkan.

Kegiatan kecakapan hidup (life skill) berusaha untuk lebih mendekatkan pendidikan dengan kehidupan sehari-hari para santri, dan mempersiapkannya menjadi orang dewasa yang dapat hidup dengan baik di manapun dia berada dan mampu hidup di masyarakat. Kegiatan konfeksi yang akan dikerjakan di pesantren ini, dimulai dari pengerjaan menggambar desain, pemotongan pola desain, jahit dan obras hingga finishing.

Tenaga kerja yang akan terlibat merupakan para santri dan alumni yang pernah belajar di pesantren ini. Dalam industri konfeksi, proses ini biasa disebut dengan nama cut, make, and trim.

  • Cutting           : pembuatan pola atau patron, marker, cutting, dan numbering.
  • Making           : menjahit dari awal sampai menjadi bahan siap pakai.

Trimming        : washing, buang benang, ironing/setrika, labeling, dan packing

  1. PROFIL BISNIS
  2. Identitas Usaha

Nama Perusahaan                  : Cipta Rasa Fashion (PONPES Al-Luthfah)

NSPP                                     : 5.1.00.32.17.0015

Jenis Produk                          : Pakaian muslim/muslimah, setelan olahraga, seragam

  sekolah, seragam TK, baju kemeja, pakaian batik, dll,

 Lokasi Usaha                         : Kp. Sindangsari RT. 003 RW. 003 Desa Karanganyar

              Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat 40562

Promosi Pemasaran                : WhatsApp, Instagram, Facebook, Lazada, Shopee, dll.

Email                                     : ppsalluthfah@gmail.com

Nomor Whatsapp                  : 085759744521

  • Identitas Pelaku Usaha

Penanggung jawab                : KH. Muhiban., S.Pd.I (Ketu YPS Al-Luthfah(

Pengelola                               : Ustadz. Harun Saputra, S.Pd.I., M.Pd

Alamat                                   : Kp. Sindangsari RT. 003 RW. 003 Desa Karanganyar

   Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat 40562

  • Desain Logo

Nama Cipta Rasa mengandung Filosofi : Cipta : kemampuan dalam fikiran untuk mengadakan sesuatu hal yang baru. Rasa : berkenaan dengan pendapat, tanggapan hati mengenai sesuatu hal. Untuk itu Cipta Rasa Fashion ini memiliki harapan dalam mewujudkan rasa atau potensi yang ada dalam setiap jiwa manusia untuk kemandirian Pondok Pesantren Al-Luthfah sehingga dapat terwujud Pondok Pesanten yang Unggul dan Bermanfaat Bagi Umat.

  • Penjelasan Usaha

Unit usaha ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai produk yang berkualitas dan bisa mendapatkan kepercayaan pesanan produk dari pelanggan berbagai kalangan. Dan untuk kedepannya dapat membantu terhadap pendanaan kegiatan pesantren secara maksimal.

Kegiatan konfeksi yang akan dikerjakan di pesantren ini, dimulai dari pengerjaan menggambar desain, pemotongan pola desain, jahit dan obras hingga finishing. Seluruh kegiatan yang mencakup pembuatan pakaian dikerjakan disini. Tenaga kerja yang terlibat merupakan para santri yang belajar di pesantren ini.

Tujuan utama adanya unit ini yaitu menjadikan Pondok Pesantren Al-Luthfah menjadi pesantren mandiri, mampu membiayai kegiatan operasional sendiri. Selain itu, dengan adanya unit usaha tersebut dapat menjadi media belajar bagi santri/santriwati yang mondok di Pesantren Al-Luthfah dan menjadi bekal life skill bagi mereka ketika sudah tidak mondok lagi.

  • Produk

Pakaian muslim/muslimah, setelan olahraga, seragam sekolah, seragam anak TK, baju kemeja, pakaian batik, celana sekolah, jas almamater, dan lain-lain.

  1. Sumber Daya

Personalia unit bisnis konfeksi di Pondok Pesantren Al-Luthfah terdiri dari para santri yang mondok di pesantren. Spesifikasi pekerjaan/tugas yang dijalankan di unit usaha ini, antara lain:

Penanggung Jawab Usaha, bertugas sebagai berikut:

Bertanggung jawab terhadap kegiatan unit usaha.

Menentukan harga yang lebih spesifik.

Menampung semua keluhan dan masukan dari pelanggan.

Bersama tim marketing menentukan rancangan produk.

Pencatatan keuangan.

Tim Marketing, bertugas sebagai berikut :

Melakukan promosi dan marketing produk.

Menentukan sistem promosi yang digunakan agar lebih efektif dan efisien.

Membuat desain produk semenarik mungkin untuk sampling product.

Melakukan riset untuk mengetahui pakaian seperti apa yang sedang tren.

Memberi masukan tentang produk yang dibuat.

Bagian Produksi, bertugas sebagai berikut :

Memberi masukan tentang produk yang akan dibuat.

Mengerjakan kegiatan proses produksi dari mulai membuat pola hingga menjadi pakaian jadi.

Menentukan bahan-bahan yang cocok untuk dibuat pakaian sesuai desain.

Bagian Quality Control Produk, bertugas sebagai berikut :

Melakukan quality control produk. 

Melakukan tahapan buang benang, washing, ironing, lipat dan pengepakan.

Melakukan proses distribusi barang.